Lahir hanya untuk tiada - Prolog

26 Februari kalender Era Amber. 17.72846.9900 waktu sistem 

Di tempat entah tak di ketahui jelas di mana itu, ada sebuah kapal angkasa yang sangat besar melintasi jalur lautan galaxy yang luas. Kapal itu adalah kapal pedagang galaxy yang sedang dalam perjalanan untuk pergi mencari planet untuk berlabuh. 

Di dalam kapal angkasa itu ada banyak orang penumpang kapal yang ada di sana. Mereka adalah orang-orang yang sedang merantau atau sedang berkelana dari planet kampung halaman mereka. Di kabin bagian perawatan kapal ada banyak orang mengantri untuk mendapatkan pemeriksaan media. Di sana juga ada seorang yang mengenakan jubah panjang sedang duduk menunggu untuk di periksa. 

Tak berselang lama seorang perawat mendekatinya. "Kau bisa pergi ke dokter yang ada di sana." Perawat itu menunjuk seorang dokter wanita muda tak jauh dari mereka. 

Orang itu mengangguk. Dengan pelan-pelan dia berdiri lalu berjalan mendekati dokter itu. Sang dokter wanita itu melihat orang itu dengan lembut memintanya untuk duduk dan tanpa sepatah kata, orang itu menurutinya untuk duduk di tepi tempat tidur. 

"Jadi apa keluhanmu?" Tanya sang dokter. Dia tidak bisa melihat wajah orang itu karena tertutup jubah. 

Diam sesaat sampai orang itu membuka sedikit jubahnya hingga terlihat perutnya yang besar, dia sedang hamil. Dokter terkejut sesaat lalu berkata. "Jadi ingin mengecek kandungan ya, baiklah." 

Butuh beberapa saat sampai dokter wanita itu selesai. "Kondisi denyut jantung bayi anda lemah dan itu tidak menjadi kabar baik, apa anda sering melewatkan makan?"

Orang itu mengangguk. 

"Nyonya kau tidak boleh—" 

WING! WING! WING!

Bunyi nyaring dari Alarm merah memenuhi seluruh kapal Menandakan situasi berbahaya sedang terjadi. 

"PERHATIAN! PERINGATAN DARURAT! SEKELOMPOK SWARM MENDEKATI KAPAL! AKU ULANGI SEKELOMPOK SWARM MENDEKATI AKHHHH!!!?" 

Suara penyiar tiba-tiba berganti dengan jeritan Swarm yang muncul. Hal itu membuat awak dan seluruh penumpang kapal panik. Swarm bukan ancaman kecil, sekawanan kecil kelompok serangga itu sudah bisa menghancurkan seluruh kapal pedangan ini. Jika dalam skala besar sebuah planet akan hancur. Mahkluk dari sisa Aeon Propagation ini menjadi salah satu entitas yang harus di waspadai di galaxy. 

Di saat orang-orang mulai panik karena ketakutan, orang itu tampak tenang seolah tak peduli dengan ancaman yang ada. Ia begitu tenang saat orang lain mulai bergerak menuju kabin evakuasi darurat. 

"NYONYA KENAPA KAU BEGITU TENANG?! SEGERA PERGI KE KABIN EVAKUASI!?" Ucap sang dokter terlihat panik, tetapi tetap berusaha profesional. Ia membawa orang itu paksa bersamanya berjalan mengikuti orang-orang yang sedang menuju ruang evakuasi darurat. 

Orang itu melihat dari balik jubahnya, Orang-orang berjuang keras untuk mempertahankan hidup mereka. Walaupun sudah tahu mustahil untuk bisa selamat dari bencana Swarm jika tidak memiliki kekuatan. Tetapi mereka tetap berusaha untuk hidup. 

Miris sekali

Keinginan orang-orang ini berbanding terbalik dengannya. Ia menginginkan kematian untuk mengakhiri penderitaan nya. Ia lelah dengan semua rasa sakit ini, ia ingin segera terbebas. Ia ingin mengutuk sekeras-kerasnya seseorang yang membohongi nya dan mengubah orang tersayangnya menjadi monster dan yang memberikan rasa sakit ini. 

Pikiran nya kacau saat ini, sepertinya efek kehamilannya membuatnya berhalusinasi kalau mendengar suara yang pecah dan selangkangannya terasa basah. 

"Nyonya.. Ketuba mu pecah.. " Ucap sang dokter wanita dengan pucat saat mereka sampai di kabin ruang evakuasi.  

Pasalnya bukan petugas penjaga kabin evakuasi yang menyambut mereka, melainkan tiga ekor swarm yang sedang mengamuk dan mulai menyerang orang-orang. Pembantaian tak terelakkan akhirnya terjadi. Teriakan bergema di mana-mana, tangisan pecah, darah berserakan di mana-mana.

Orang itu tersenyum. "Apakah akhirnya keinginan ku akan jadi kenyataan." Secerah harapan muncul dari senyuman nya sebelum tergantikan dengan tusuk kan di perutnya yang merobek perutnya. Sekilas dia bisa melihat bayi di perutnya berdarah-darah akibat tusuk kan itu. 

Swarm itu melemparkan nya sembarang tak peduli jika dia masih hidup atau mati, swarm itu terbang menjauh saat melihat tidak ada lagi manusia hidup yang bergerak di sana. 

Beberapa waktu kemudian orang itu tersadar. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks Resensi

Story Honkai Star Rail 2.5